Publisitas: Tentukan Targetmu!!
Halo gimana kabarnya nih teman-teman?? Sehat-sehat dong ya? Yuk kita lanjut lagi pembahasan tentang Publisitas (yang belum baca, bisa cek di postingan sebelumnya ya..). Kali ini akan gua lanjutin lagi pembahasannya lebih mendalam mengenai materi Publisitas. Sebelum masuk ke pembahasan, baiknya gua kenalin diri dulu ya. Gua Rohman, mahasiswa Humas dari Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Mpu Tantular. Yang kali ini akan gua bahas adalah hasil dari diskusi tatap muka via Zoom (selama pandemi, kita kuliah online via Edlink dan diskusi tatap muka via aplikasi Zoom) mata kuliah Publisitas dengan Bu Serepina Tiur Maida, S. Sos., M. Pd., M.I.Kom selaku Dosen dan juga teman-teman sekelas.
Nah, jadi Publisitas sendiri itu kan artinya proses penyampaian informasi yang didesain untuk membangkitkan minat publik melalui media informasi. Udah kebaca dong ya gimana garis besarnya?. Dari kalimat diatas "didesain untuk membangkitkan minat publik", bisa kita simpulin bahwa publik yang dimaksud itu ya pasar dari produk yang akan kita publish. Untuk dapetin pasar tersebut kita harus tau prinsip-prinsip dari Publisitas itu sendiri yaitu: Kreatif, Beragam, Kuantitas, Visibilitas, dan Legibilitas. Kreatif itu bagaimana kita meng-create sebuah materi/produk publisitas agar dilirik oleh pasar sesuai segmentasi kita. Tentunya harus unik, segar, dan beda. Beragam disini memiliki arti bahwa publisitas tidak hanya menggunakan satu media publikasi saja. Kuantitas berarti menyampaikan pesannya tidak hanya sekali, tetapi harus berulang-ulang agar pasar tidak lupa. Visibilitas mengartikan bahwa materi publisitas kita mudah dilihat sama si target. Dan terakhir, Legibilitas memiliki arti bahwa materi publisitas kita itu harus jelas, sehingga enak dan mudah untuk dipahami oleh si target.
Panjang ya?? Iyalah gua aja nulisnya udah pegel hahahahaha. Oke ini terakhir dan yang ini moga bisa jadi kesimpulannya. Jadi dalam membuat materi Publisitas itu salah satunya menggunakan pendekatan AIDCA. Apa itu AIDCA?? Yang pasti bukan AIDCA Kangen Band hahahaha garing lu. Oke mari kita kupas satu-satu:
1. Attention, yang memiliki arti bahwa produk Publisitasnya harus menarik, sehingga mendapatkan atensi atau perhatian dari si target. Misalnya dari segi desain, font dan warna dari tulisan, atau dari segi layout.
2. Interest, atensi yang didapat dari target pasar kita biasanya akan berlanjut ke ketertarikan dari si target akan produk publisitas kita.
3. Desire, atensi dan ketertarikan si target biasanya akan berlanjut menjadi keingintahuan lebih tentang produk publisitas kita atau setidaknya mau menyempatkan waktunya untuk melihat dan mengetahui apa isi dari produk yang kita publikasikan.
4. Conviction, keyakinan adalah poin penting dalam peluncuran produk Publisitas. Target yang telah memiliki atensi, minat dan hasrat, tidak akan berati apa-apa jika pesan yang disampaikan tidak membuat target yakin akan produk publisitas yang kita sajikan.
5. Action, mengartikan bahwa, setelah target memberikan respon berupa atensi, ketertarikan, keingintahuan dan keyakinan maka akhirnya target memberikan jawaban (melakukan aksi). Aksi disini berarti si target memberikan respon dari produk publisitas kita.
Eh btw, itu pendekatan AIDCA kok mirip kayak proses PDKT sama dia ya?? Wkakkkakak. Okedeh sekian dulu, semoga bermanfaat. Kalo ada yang mau ditanyakan silahkan tulis dikolom komen. See yaaa

Ah ciyyeehh... Yg lagi PDKT
BalasHapusHahhaahahahah
HapusTerimakasih sudah berbagi yaa .. Semangat menulis .. sepanjang masa nama Ibu ada di dalam ceritamu .. Prikitiewwww...
BalasHapusAsiaaap bossqueeee. Hahahhaha
HapusAsik nih blog nya bang omen
BalasHapusTengkiyuuu der
Hapus